Cangkrukan Seduluran Startup se-Jatim 2019 (Jatim 2019.CSS)

Sejumlah kajian praktis dan ilmiah mengungkap fakta; seberapa pun smart dan canggihnya teknologi digital yang diadopsi dan ditawarkan sebagai produk/ layanan startup, dukungan modal sosial yang luas dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk menciptakan kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Dan ketika berbicara seputar modal sosial, kegiatan berjejaring secara fisik menjadi faktor yang sangat penting dan perlu segera direalisasikan. Modal sosial semacam ini belum  tergantikan oleh sistem digital yang terkini sekali pun. Memperluas jejaring, berarti memperbesar peluang untuk berinovasi sesuai dengan kebutuhan pasar. Bukan semata-mata unjuk kreatifitas.

Berangkat dari fakta-fakta di atas, ditambah kepedulian sejumlah penggiat startup dari berbagai komunitas startup di Jawa Timur yang kerap berinteraksi di berbagai media komunikasi, Lagaligo Indonesia (sebuah group pencinta teknologi milik STTS (Sekolah Tinggi Teknik Surabaya), berkolaborasi  dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim-Malang, IDSF (Indonesia Startup Founders) khususnya chapter Surabaya, PFSID (Perkumpulan Food Startup Indonesia), dan sekitar 25 startup teknologi di Jawa Timur, melaksanakan kegiatan pertemuan penggiat startup dari berbagai kota di jawa Timur yang diberi nama Cangkrukan Seduluran Startup – Jawa Timur 2019, disingkat Jatim 2019.CSS. Istilah CSS sendiri diadopsi dari nama salah satu teknologi pengembangan web (cascading sheet style).

Lewat Jatim 2019.CSS, diharapkan akan terjadi proses berbagi pengetahuan dan peluang pengembangan  bisnis maupun teknologi yang lebih nyata, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas dan kinerja penggiat startup teknologi di Jawa Timur secara signifikan, bukan sekedar jadi bagian dari euforia bisnis dan teknologi digital, bukan pula sekedar wacana.

Konsep kegiatan Jatim 2019.CSS adalah cangkrukan (bincang santai khas Jawa Timuran) dengan topik berbagi pengetahuan dan peluang pengembangan bisnis di era digital, dalam jejaring komunitas startup teknologi di Jawa Timur. Jatim 2019.CSS bersifat non-profit. Peserta dan pengunjung tidak dipungut biaya (gratis). Auditorium STTS disusun dengan tata ruang booth 2x2m2 bersekat (didekor sesuai kreatifitas startup, dengan kapasitas sekitar 25-30 startup) sehingga menjadi kumpulan “warung startup” selama satu hari, mengitari ruang tengah dan panggung auditorium yang dipakai untuk sharing  dan promotion session oleh berbagai narasumber dan startup. Jatim 2019.CSS ini dibuka oleh Bapak Emil Dardak. Wakil Gubernur Jawa Timur,

Bapak Emil Dardak, Wagub Jawa Timur, peran Pemprov Jatim dalam Pengembangan Startup

Dan dilanjutkan oleh paparan dan diskusi ringan bersama sejumlah narasumber yang sangat kompeten di bidang bisnis dan teknologi sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh Panitia, beberapa di antaranya adalah smart city, penerapan teknologi big data, peran BUMN dalam perkembangan startup, dsb). Setelah  para narasumber menyajikan materinya, setiap pemilik warung diberi kesempatan sekitar 10 menit untuk mempromosikan “isi warung digitalnya” kepada khalayak ramai yang mengunjungi acara cangkrukan ini.

Startup Jawa Timur harus berkembang dan menjadi tiang penyokong kekuatan ekonomi Jawa Timur dalam arti yang sebenarnya. Ekonomi digital membuat konektifitas dapat terbentuk secara cepat. Namun apalah artinya konektifitas tanpa sinkronisasi dan kolaborasi yang solutif terhadap permasalahan/ kebutuhan nyata masyarakat? Akhir kata, jejaring yang kuat bukan sekedar modal sosial, namun juga harus menjadi kekuatan ekonomi yang efektif mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Mangan bubur panas, ngombene es puter,

Masyarakat Jawa Timur cerdas,  startup’e mlayu banter,

Guyub karo kanca, iso nggarai sukses,Ojo lali cangkrukan nang Jatim 2019. CSS, Lur!

link:

  1. Suara Surabaya
  2. Jatimnet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *